Tuesday, February 2, 2016

SOP / CARA TINDAKAN KEPERAWATAN ROM ANGGOTA GERAK ATAS (TANGAN)

Pengertian
Menggerakkan sendi ekstremitas atas secara aktif atau pasif
Tujuan
1.    Menjaga dan mengembalikan kelenturan sendi
2.    Meningkatkan vaskularisasi
Kebijakan
Klien dengan keterbatasan rentang gerak dan immobilisasi
Prosedur
Peralatan

1.     Penghangat/ WWZ dan sarungnya
A.    Tahap PraInteraksi
1.   Mengecek program terapi
2.   Mencuci tangan
3.   Menyiapkan alat

B.     Tahap Orientasi
1.   Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien
2.   Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
3.   Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien

C.    Tahap Kerja
1.   Menjaga privacy pasien
2.   Menghangatkan sendi yang akan dilatih selama
3.   Melatih sendi-sendi secara bergantian
a.    Bahu:
1)   Menggerakkan lengan Abduksi-Adduksi
2)   Menggerakkan lengan Fleksi-Ekstensi
3)   Menggerakkan lengan Hiperekstensi-posisi anatomi
b.    Siku: menggerakkan lengan bawah Fleksi-Ekstensi
c.    Lengan bawah: menggerakkan Pronasi-Supinasi
d.   Pergelangan tangan:
1)        Menggerakkan Fleksi radialis
2)        Menggerakkan Fleksi ulnaris
3)        Menggerakkan Hiperekstensi-Fleksi
e.    Jari-jari
1)   Menggerakkan Abduksi- Adduksi
2)   Menggerakkan Fleksi-Ekstensi
4.   Merapikan pasien

D.  Tahap Terminasi
1.    Melakukan evaluasi tindakan yang dilakukan
2.    Berpamitan dengan klien
3.    Membereskan alat-alat
4.    Mencuci tangan
5.    Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan
Unit terkait
ICU dan Rawat Inap

Thursday, September 10, 2015

SOP / PROTAP VISUM ET REPERTUM (Jenazah)

Prosedur Visum et repertum
a.       Pengertian
Laporan tertulis yang dibuat oleh dokter atas permintaan tertulis dari pihak berwajib mengenai apa yang dilihat atau diperiksa berdasarkan keilmuan yang didasarkan sumpah yang digunakan untuk kepentingan peradilan
b.      Tujuan
Untuk membantu proses peradilan
c.       Indikasi
-       Korban perkosaan
-       Korban penganiyayaan
-       Kecelakaan lalulintas
-       Tindakan kekerasan lain
d.      Persiapan
Adanya surat pengantar dari kepolisian
e.       Pelaksanaan
1.      Dilaksanakan dengan persetujuan tidnak medik dan kesediaan penanggung jawab
2.      Permintaan tertulis dari pihak berwajib
3.      Untuk kepentingan peradilan
4.      Dibuat oleh dokter pemeriksa sesuai dengan indikasi
f.       Hal-hal yang perlu diperhatikan
1.      Kejelasan pengisian keterangan identitas pasien
2.      Kecocokan antara kasus dengan keterangan kepolisian

Sunday, September 6, 2015

SOP / PROTAP BILAS LAMBUNG

Membilas lambung
a.       Pengertian
Membilas lambung adalah membersihkan lambung dengan cara memasukkan air/cairan tertentu ke dalam lambung dan mengeluarkan kembali dengan menggunakan selang penduga lambung (NGT)
b.      Tujuan
Membersihkan dan mengeluarkan racun/darah dari dalam lambung.
c.       Indikasi
1.      Keracunan obat
2.      keracunan zat kimia
3.      Keracunan makanan
4.      Hematemesis
d.      Persiapan
1)      Alat dan obat
a)      Slang penduga lambung sesuai ukuran yang diperlukan dan corongnya.
b)      Bengkok besar
c)      Perlak dan alasnya
d)     Ember penampung
e)      Air hangat-dingin 1-2 liter / NaCl 0,9 %, sesuai kebutuhan
f)       Gelas ukuran
g)      Celemek dari karet
h)      Gelas berisi air matang
i)        Pelicin / jelly
j)        Set therapy oksigen lengkap dan siap pakai
k)      Pinset anatomi
l)        Obat-obatan (sulfas atropine, norit/susu yang diperlukan dalam tempatnya)
2)      Pasien
a)      Pasien / keluarga diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan
b)      Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan (semi fowler)
3)      Lingkungan
4)      Petugas
Perawat memakai celemek karet.
e.       Pelaksanaan
1.      Memasang perlak dan alasnya di dada pasien
2.      Meletakkan bengkok di bawah dagu pasien.
3.      Meletakkan ember yang diberi alas kain pel ke dekat pasien
4.      Menentukan panjang slang penduga yang masuk ke dalam lambung
5.      Memberi pelicin pada ujung penduga lambung
6.      Menutup  pangkal slang penduga  lambung dengan cara menekuk/diklem
7.      Memasukkan slang penduga pelan-pelan ke dalam lambung melalui hidung. Bagi pasien sadar dianjurkan menelan slang penduga perlahan-lahan sambil menarik nafas dalam
8.      Meyakinkan slang penduga masuk ke dalam lambung dengan cara :
- Memasukkan ujung slang penduga sampai terendam dalam mangkok berisi air dan tidak tampak gelembung udara dan air.
9.      Setelah yain slang penduga masuk ke lambung pasien, psosisi diatur miring tanpa bantal dan letak kepala lebih rendah.
10.  Memasang corong pada pangkal slang kemudian masukkan air/cairan. Selanjutnya ditunggu sampai air/cairan tersebut keluar dari lambung dan ditampung dalam ember.
11.  Membilas lambung dilakukan berulang kali sampai air/cairan yang keluar dari lambung berwarna jernih/tidak berbau racun.
12.  Mengobservasi tekanan darah, nadi, pernafasan, dan respons pasien
13.  Mencatat semua tindakan yang telah dilakukan
f.       Hal-hal yang perlu diperhatikan
Cairan yang masuk dan keluar

Friday, June 5, 2015

SOP ICU : CARA SUCTION

        
PENGERTIAN
Suatu metode untuk mengeluarkan lendir atau sekret dari jalan nafas. Penghisapan ini biasanya dilakukan melalui mulut, nasofaring, atau trakea.

TUJUAN
1.   Mempertahankan kepatenan jalan nafas.
2.   Mencegah aspirasi pulmonal oleh cairan atau darah

 Persiapan Alat :
1.   Alat Nonsteril.
a.   Alat penghisap lendir (suction) dengan botol berisi larutan desinfektan, misal: Lysol 2%.
b.   Pinset.
c.   Sarung tangan/ handscoen.
d.   2 kom kecil tertutup: 1 kom kecil tertutup berisi aquades / NaCl 0,9% dan 1 kom kecil tertutup berisi larutan desinfektan (savlon 1:100)
e.   Tongue spatel bila perlu.
f.    Kertas tissue.
g.   Kantong balutan kotor.
h.   Plester dan gunting.
i.    1 botol NaCl 0,9%.
j.    Nierbeken / bengkok.
k.   Oksigen.
2.   Alat Steril.
a.   Kateter penghisap (suction) steril.

      Persiapan Klien
Menjelaskan prosedur dan tujuan dilakukannya penghisapan lendir.
Prosedure :
1.   Menutup sampiran (kalau perlu).
2.   Mencuci tangan.
3.   Mengatur posisi klien.
4.   Meletakkan nierbeken didekat klien.
5.   Memakai handscoen bersih.
6.   Menghubungkan kateter suction ke pipa suction.
7.  Menyalakan mesin, masukkan kateter penghisap ke dalam kom berisi aquades / NaCl 0,9%
8.  Memasukkan ujung kateter dengan tangan kanan ke dalam mulut / hidung sampai kerongkongan
 9.   Melepaskan jepitan dan penghisap lendir dengan menarik dan memasukkan kateter dengan perlahan-lahan dengan arah diputar.
Lama penghisapan ± 10 – 15 detik dalam 3 menit untuk mencegah hypoxia.
10.   Menarik kateter dan bersihkan dengan aquadest / NaCl 0,9%.
11.   Mengulangi prosedur sampai jalan nafas bebas dari lender.
12.   Mematikan mesin dan lepaskan kateter dari selang penghisap.
13.   Merapihkan pasien dan kembalikan keposisi semula.
14.   Merapihkan alat dan lepas sarung tangan. 
15.   Mencuci Tangan
16.   Mendokumentasikan tindakan 

Tuesday, June 2, 2015

SOP / PROTAP MEMBERI OBAT TETES TELINGA


Nama Mahasiswa   :…………….
NIM                        :
No
Aspek yang di nilai
Nilai
1
2
3
4

TAHAP PRE-INTERAKSI




1.
Mengecek rencana tindakan keperawatan/medik




2.
Mencuci tangan




3.
Menyiapkan alat: lidi kapas/cotton bud, larutan untuk membersihkan telinga, obat sesuai indikasi, pipet dan kassa, bengkok, pengalas





Tahap orientasi




4
Memberi salam dan memperkenalkan diri




5
Mengenalkan tujuan dan prosedur tindakan




6.
Memberi kesempatan bertanya





Tahap Kerja




7.
Mendekatkan alat ke dekat pasien




8.
Atur posisi berbaring atau duduk dengan kepala miring




9.
Pasang pengalas dan bengkok




10
Bila perlu telinga dibersihkan dulu




11
Obat telinga disiapkan dan diteteskan sesuai indikasi




12.
Obat diteteskan melalui dinding telinga ke dalam lubang telinga sambil daun telinga ditarik sehingga telingga menjadi lurus.




13.
Sebaiknya pasien tetap miring selama dalam beberapa menit, supaya obat tidak keluar





Tahap Terminasi




14. Mengobservasi reaksi pasien




15.
Membuat kontrak selanjutnya




16.
Mencuci tangan





F. Dokumentasi




17
Catat hasil tindakan dalam catatan keperawatan





TOTAL  NILAI





Nilai 1: Tidak dilakukan (25%)                    Nilai 3 : Dilakukan kurang tepat (75%)
 Nilai 2: Dilakukan salah  (50%)                  Nilai 4 : Dilakukan dengan sempurna (100                                                            
Penilaian (jumlah nilai yang didapat X 100) /jumlah item yang dinilai
Evaluasi…………………………..
Saran:……………………………..
Tanjungpinang…………….2010
                                                                                                                         Evaluator

                                                                                                                …………

Monday, June 1, 2015

FORMAT PENGKAJIAN TERAPI BERMAIN

PENGKAJIAN TERAPI BERMAIN
DI RUANG …….

  1. A.      IDENTITAS ANAK
Nama                             :
Umur                              :
Jenis Kelamin              :
Agama                           :
Alamat                           :
  1. B.      IDENTITAS ORANG TUA
Nama                             :
Umur                              :
Jenis Kelamin              :
Agama                           :
Pendidikan                   :
Pekerjaan                     :
Alamat                           :
  1. C.      RIWAYAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
    1. Personal Sosial
    2. Motorik Halus
3.    Bahasa
  1. Motorik kasar
  1. 5.       RIWAYAT PENYAKIT DAHULU DAN SEKARANG
    1. Riwayat penyakit dahulu
    2. Riwayat penyakit sekarang
  2. 6.       RIWAYAT KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS
    1. Kehamilan
    2. Persalinan
    3. Nifas
  3. 7.       PERMAINAN YANG DISUKAI DIRUMAH
  4. 8.       ANALISA DATA





  1. 9.       PERENCANAAN TERAPI BERMAIN

Tujuan
Klasifikasi Bermain
Alat/Sarana
Aktivitas
Waktu













  1. 10.    PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN

Aktifitas Bermain
Respon Anak





-         


  1. 11.    KESIMPULAN

  1. 12.    SARAN

FORMAT HOME CARE PADA KELUARGA DENGAN ANAK

FORMAT HOME CARE PADA KELUARGA DENGAN ANAK ..
PASIEN POLIKLINIK ANAK RS…………………..

Nama Pasien    :                                              Nama Mahasiswa :
Alamat     :                                                        NIM                        :
Dx Medis             :
NO
HARI DAN TANGGAL
KEGIATAN
TANDA TANGAN
MHS
KLG