|
Pengertian
|
Menggerakkan sendi ekstremitas atas secara aktif atau pasif
|
|
Tujuan
|
1. Menjaga dan
mengembalikan kelenturan sendi
2. Meningkatkan
vaskularisasi
|
|
Kebijakan
|
Klien dengan keterbatasan rentang gerak dan
immobilisasi
|
|
Prosedur
|
Peralatan
1.
Penghangat/ WWZ dan sarungnya
A. Tahap PraInteraksi
1.
Mengecek program terapi
2.
Mencuci tangan
3.
Menyiapkan alat
B. Tahap Orientasi
1.
Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien
2.
Menjelaskan tujuan
dan prosedur pelaksanaan
3.
Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien
C. Tahap Kerja
1.
Menjaga privacy pasien
2.
Menghangatkan sendi yang akan dilatih selama
3.
Melatih sendi-sendi secara bergantian
a.
Bahu:
1)
Menggerakkan lengan Abduksi-Adduksi
2)
Menggerakkan lengan Fleksi-Ekstensi
3)
Menggerakkan lengan Hiperekstensi-posisi anatomi
b.
Siku: menggerakkan lengan bawah Fleksi-Ekstensi
c.
Lengan bawah: menggerakkan Pronasi-Supinasi
d.
Pergelangan tangan:
1)
Menggerakkan Fleksi radialis
2)
Menggerakkan Fleksi ulnaris
3)
Menggerakkan Hiperekstensi-Fleksi
e.
Jari-jari
1)
Menggerakkan Abduksi- Adduksi
2)
Menggerakkan Fleksi-Ekstensi
4.
Merapikan pasien
D.
Tahap Terminasi
1.
Melakukan evaluasi tindakan yang dilakukan
2.
Berpamitan dengan klien
3.
Membereskan alat-alat
4.
Mencuci tangan
5.
Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan
|
|
Unit terkait
|
ICU dan Rawat Inap
|
Tuesday, February 2, 2016
SOP / CARA TINDAKAN KEPERAWATAN ROM ANGGOTA GERAK ATAS (TANGAN)
Thursday, September 10, 2015
SOP / PROTAP VISUM ET REPERTUM (Jenazah)
Prosedur Visum et repertum
a. Pengertian
Laporan tertulis yang dibuat oleh dokter atas permintaan tertulis dari
pihak berwajib mengenai apa yang dilihat atau diperiksa berdasarkan
keilmuan yang didasarkan sumpah yang digunakan untuk kepentingan
peradilan
b. Tujuan
Untuk membantu proses peradilan
c. Indikasi
- Korban perkosaan
- Korban penganiyayaan
- Kecelakaan lalulintas
- Tindakan kekerasan lain
d. Persiapan
Adanya surat pengantar dari kepolisian
e. Pelaksanaan
1. Dilaksanakan dengan persetujuan tidnak medik dan kesediaan penanggung jawab
2. Permintaan tertulis dari pihak berwajib
3. Untuk kepentingan peradilan
4. Dibuat oleh dokter pemeriksa sesuai dengan indikasi
f. Hal-hal yang perlu diperhatikan
1. Kejelasan pengisian keterangan identitas pasien
2. Kecocokan antara kasus dengan keterangan kepolisian
Sunday, September 6, 2015
SOP / PROTAP BILAS LAMBUNG
Membilas lambung
a. Pengertian
Membilas lambung adalah membersihkan lambung dengan cara memasukkan
air/cairan tertentu ke dalam lambung dan mengeluarkan kembali dengan
menggunakan selang penduga lambung (NGT)
b. Tujuan
Membersihkan dan mengeluarkan racun/darah dari dalam lambung.
c. Indikasi
1. Keracunan obat
2. keracunan zat kimia
3. Keracunan makanan
4. Hematemesis
d. Persiapan
1) Alat dan obat
a) Slang penduga lambung sesuai ukuran yang diperlukan dan corongnya.
b) Bengkok besar
c) Perlak dan alasnya
d) Ember penampung
e) Air hangat-dingin 1-2 liter / NaCl 0,9 %, sesuai kebutuhan
f) Gelas ukuran
g) Celemek dari karet
h) Gelas berisi air matang
i) Pelicin / jelly
j) Set therapy oksigen lengkap dan siap pakai
k) Pinset anatomi
l) Obat-obatan (sulfas atropine, norit/susu yang diperlukan dalam tempatnya)
2) Pasien
a) Pasien / keluarga diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan
b) Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan (semi fowler)
3) Lingkungan
4) Petugas
Perawat memakai celemek karet.
e. Pelaksanaan
1. Memasang perlak dan alasnya di dada pasien
2. Meletakkan bengkok di bawah dagu pasien.
3. Meletakkan ember yang diberi alas kain pel ke dekat pasien
4. Menentukan panjang slang penduga yang masuk ke dalam lambung
5. Memberi pelicin pada ujung penduga lambung
6. Menutup pangkal slang penduga lambung dengan cara menekuk/diklem
7. Memasukkan
slang penduga pelan-pelan ke dalam lambung melalui hidung. Bagi pasien
sadar dianjurkan menelan slang penduga perlahan-lahan sambil menarik
nafas dalam
8. Meyakinkan slang penduga masuk ke dalam lambung dengan cara :
- Memasukkan ujung slang penduga sampai terendam dalam mangkok berisi air dan tidak tampak gelembung udara dan air.
9. Setelah yain slang penduga masuk ke lambung pasien, psosisi diatur miring tanpa bantal dan letak kepala lebih rendah.
10. Memasang
corong pada pangkal slang kemudian masukkan air/cairan. Selanjutnya
ditunggu sampai air/cairan tersebut keluar dari lambung dan ditampung
dalam ember.
11. Membilas lambung dilakukan berulang kali sampai air/cairan yang keluar dari lambung berwarna jernih/tidak berbau racun.
12. Mengobservasi tekanan darah, nadi, pernafasan, dan respons pasien
13. Mencatat semua tindakan yang telah dilakukan
f. Hal-hal yang perlu diperhatikan
Cairan yang masuk dan keluar
Friday, June 5, 2015
SOP ICU : CARA SUCTION
PENGERTIAN
Suatu metode
untuk mengeluarkan lendir atau sekret dari jalan nafas. Penghisapan ini
biasanya dilakukan melalui mulut, nasofaring, atau trakea.
TUJUAN
1.
Mempertahankan
kepatenan jalan nafas.
2.
Mencegah
aspirasi pulmonal oleh cairan atau darahPersiapan Alat :
1. Alat
Nonsteril.
a. Alat
penghisap lendir (suction) dengan botol berisi larutan desinfektan, misal:
Lysol 2%.
b. Pinset.
c. Sarung
tangan/ handscoen.
d. 2
kom kecil tertutup: 1 kom kecil tertutup berisi aquades / NaCl 0,9% dan 1 kom
kecil tertutup berisi larutan desinfektan (savlon 1:100)
e. Tongue
spatel bila perlu.
f. Kertas
tissue.
g. Kantong
balutan kotor.
h. Plester
dan gunting.
i. 1
botol NaCl 0,9%.
j. Nierbeken
/ bengkok.
k. Oksigen.
2. Alat
Steril.
a. Kateter
penghisap (suction) steril.
Persiapan Klien
Menjelaskan prosedur dan tujuan dilakukannya penghisapan lendir.
Prosedure :
1. Menutup sampiran (kalau perlu).
2. Mencuci tangan.
3. Mengatur posisi klien.
4. Meletakkan nierbeken didekat klien.
5. Memakai handscoen bersih.
6. Menghubungkan kateter suction ke pipa suction.
7. Menyalakan mesin, masukkan kateter penghisap ke dalam
kom berisi aquades / NaCl 0,9%
8. Memasukkan
ujung kateter dengan tangan kanan ke dalam mulut / hidung sampai kerongkongan
9. Melepaskan
jepitan dan penghisap lendir dengan menarik dan memasukkan kateter dengan
perlahan-lahan dengan arah diputar.
Lama penghisapan ±
10 – 15 detik dalam 3 menit untuk mencegah hypoxia.
10. Menarik
kateter dan bersihkan dengan aquadest / NaCl 0,9%.
11. Mengulangi
prosedur sampai jalan nafas bebas dari lender.
12. Mematikan
mesin dan lepaskan kateter dari selang penghisap.
13. Merapihkan
pasien dan kembalikan keposisi semula.
14. Merapihkan
alat dan lepas sarung tangan.
15. Mencuci
Tangan
16. Mendokumentasikan tindakan
Tuesday, June 2, 2015
SOP / PROTAP MEMBERI OBAT TETES TELINGA
NIM :
No
|
Aspek yang di nilai
|
Nilai
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
||
TAHAP PRE-INTERAKSI
|
|||||
1.
|
Mengecek rencana tindakan keperawatan/medik | ||||
2.
|
Mencuci tangan | ||||
3.
|
Menyiapkan alat: lidi kapas/cotton bud, larutan untuk membersihkan telinga, obat sesuai indikasi, pipet dan kassa, bengkok, pengalas | ||||
Tahap orientasi
|
|||||
4
|
Memberi salam dan memperkenalkan diri | ||||
5
|
Mengenalkan tujuan dan prosedur tindakan | ||||
6.
|
Memberi kesempatan bertanya | ||||
Tahap Kerja
|
|||||
7.
|
Mendekatkan alat ke dekat pasien | ||||
8.
|
Atur posisi berbaring atau duduk dengan kepala miring | ||||
9.
|
Pasang pengalas dan bengkok | ||||
10
|
Bila perlu telinga dibersihkan dulu | ||||
11
|
Obat telinga disiapkan dan diteteskan sesuai indikasi | ||||
12.
|
Obat diteteskan melalui dinding telinga ke dalam lubang telinga sambil daun telinga ditarik sehingga telingga menjadi lurus. | ||||
13.
|
Sebaiknya pasien tetap miring selama dalam beberapa menit, supaya obat tidak keluar | ||||
| Tahap Terminasi | |||||
| 14. | Mengobservasi reaksi pasien | ||||
15.
|
Membuat kontrak selanjutnya | ||||
16.
|
Mencuci tangan | ||||
F. Dokumentasi
|
|||||
17
|
Catat hasil tindakan dalam catatan keperawatan | ||||
TOTAL NILAI
|
|||||
Nilai 1: Tidak dilakukan (25%) Nilai 3 : Dilakukan kurang tepat (75%)
Nilai 2: Dilakukan salah (50%) Nilai 4 : Dilakukan dengan sempurna (100
Penilaian (jumlah nilai yang didapat X 100) /jumlah item yang dinilai
Evaluasi…………………………..
Saran:……………………………..
Tanjungpinang…………….2010
Evaluator
…………
Monday, June 1, 2015
FORMAT PENGKAJIAN TERAPI BERMAIN
PENGKAJIAN TERAPI BERMAIN
DI RUANG …….
- A. IDENTITAS ANAK
Umur :
Jenis Kelamin :
Agama :
Alamat :
- B. IDENTITAS ORANG TUA
Umur :
Jenis Kelamin :
Agama :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Alamat :
- C. RIWAYAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
- Personal Sosial
- Motorik Halus
- Motorik kasar
- 5. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU DAN SEKARANG
- Riwayat penyakit dahulu
- Riwayat penyakit sekarang
- 6. RIWAYAT KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS
- Kehamilan
- Persalinan
- Nifas
- 7. PERMAINAN YANG DISUKAI DIRUMAH
- 8. ANALISA DATA
- 9. PERENCANAAN TERAPI BERMAIN
Tujuan
|
Klasifikasi Bermain
|
Alat/Sarana
|
Aktivitas
|
Waktu
|
- 10. PELAKSANAAN TERAPI BERMAIN
Aktifitas Bermain
|
Respon Anak
|
- |
- 11. KESIMPULAN
- 12. SARAN
FORMAT HOME CARE PADA KELUARGA DENGAN ANAK
FORMAT HOME CARE PADA KELUARGA DENGAN ANAK ..
PASIEN POLIKLINIK ANAK RS…………………..
Nama Pasien : Nama Mahasiswa :
Alamat : NIM :
Dx Medis :
NO
|
HARI DAN TANGGAL
|
KEGIATAN
|
TANDA TANGAN
|
|
MHS
|
KLG
|
|||
Subscribe to:
Posts (Atom)